Selasa, 05 April 2016

teks negosiasi

TEKS NEGOSIASI

Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk menetapkan keputusan antara pihak - pihak yang memiliki kepentingan berbeda.

Tujuan :
 untuk mendapatkan kesepakatan, penyelesaian dan kondisi saling menguntungkan.

Struktur :

Aturan - aturan dalam negosiasi :
1. Melibatkan dua pihak atau lebih.
2. Komunikasi terjadi secara langsung.
3. Terdapat perbedaan kepentingan.
4. Diselesaikan dengan tawar - menawar.
5. Menyangkut rencana yang belum terjadi.
6. Hasil akhir sepakat atau tidak.

Keterampilan negosiasi : 
1. Jujur.
2. Tanggung jawab.

Trik dalam bernegosiasi : 
1. Menciptakan rasa santai.
2. Melakukan kontak mata.
3. Berbicara santun.
4. Menggunakan tuturan transisi untuk berpindah topik.
5. Mengambil kesimpulan.

Hambatan - hambatan dalam berkomunikasi :
1. Komunikasi satu arah.
2. Perbedaan pandangan.
3. Kesalah pahaman.
4. Umpan balik yang tidak tepat.
5. Topik tidak fokus.


semoga bermanfaat :) :)


teks anekdot

 TEKS ANEKDOT

Teks anekdot adalah teks yang berisi cerita singkat yang menarik, lucu dan mengesankan yang didasarkan pada kejadian sebenarnya.
Tujuan teks anekdot :

  1. Untuk menyampaikan suatu pesan.
  2. Untuk menyindir.
  3. Untuk menghibur.
Struktur teks anekdot :
1. Abstraksi
    Memberi gambaran tentang isi teks.
2. Orientasi
     Menunjukan latar belakang masalah.
3. Krisis
     Bagian unik yang tidak biasa terjadi pada diri penulis atau tokoh.
4. Reaksi
     Penyelesaian masalah.
5. Koda
     Bagian akhir cerita yang berisi kesimpulan.

semoga bermanfaat ya :) :)

Senin, 04 April 2016


PEDAGANG, PENGUASA DAN PUJANGGA PADA MASA HINDU – BUDHA

Saat pengaruh hindu budha masuk ke nusantara ini menyebabkan terbentuknya jaring – jaring nusantara dan terbentuknya kerajaan bercorak hindu budha di Indonesia.
1.      Masa hindhu-budha di Indonesia di banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Indiayang menyebabkan timbulnya banyak bermunculan kerajaan yang bercorak hindu-budha, yaitu : keraaan Kutai, tarumanegara, Kalingga, SriWijaya, mataram kuno, kerajaan Kediri, Singasari, Majapahit, Buleleng, Tulamng Bawang, kota Kapur.
2.      Terbentuknya Jaringan Nusantara Melalui  Perdagangan dan Pelayaran
Indonesia berada pada jalur silang dunia yang menyebabkan perdagangan di Indonesia ramai oleh seluruh pedagang dari seluruh penjuru dunia. Yang mana pada saat itu selat Malak atau yang dikenal dengan jalur sutra menjadi penghubung perdagangan antara Cina dan India. Sebelum mereka berdagang ke Nusantara mereka harus melakukan pelayaran terlebih dahulu ke kepulauan Indonesia, yang mana perlayaran ini di pengaruhi oleh 3 faktor, yaitu :
1)      Kapal :
·         Perahu lesung
·         Perahu bercadik
·         Perahu tidak bercadik
2)      Sistem angin :
·         Angin darat dan angin laut.
·         Angin muson (bertiup setiap 6 bulan) :
o   Angin muson barat :
§  Asia – Australia.
§  Oktober – April.
§  Musim penghujan.
§  Berangkat ke Indonesia.
o   Angin muson timur :
§  Australia – Asia.
§  April – Oktober.
§  Musim kemarau.
§  Kembali ke daerah asal.
3)      Kompas dan Astrolab
·         Kompas : alat navigasi untuk menentukan arah yang selaras dengan medan    magnet.
·         Astrolab : instrument astronomi yang digunakan untuk menentukan arah dengan melihat jarak benda – benda langit.
Pada masa hindu budha terdapat dua jenis perdagangan, yaitu :
1)      Perdagangan maritim
Dilakukan oleh oleh kerajaan yang berada di pesisir seperti kerajaan Sriwijaya dan Kalingga.
2)      Perdagangan agraris
Dilakukan oleh kerajaan yang letaknya berda di di pedalaman seperti kerajaan Kutai, Tarumanegara, Mataram kuno, Kediri dan Singasari. Dalam perdagangan ini bergantung pada sungai besar sebagai sarana transportasi seperti sungai Mahakam, Brantas, Candrabaga, Bengawan Solo dan lain sebagainya.
Barang – barang yang diperdagangkan antara Indonesia dengan India :

·         Logam mulia.
·         Perhiasan.
·         Kain tenun.
·         Barang pecah belah.
·         Barang kerajinan.
·         Ramuan wangi-wangian.
·         Kapur barus.
·         Ramuan obat.
·         Kayu gaharu.
·         Kayu cendana.
·         Rempah – rempah (cengkeh dan lada).
·         Emas.

Barang dagang antara Cina dengan Indonesia :

·         Barus.
·         Kayu gaharu.
·         Kayu cendana.
·         Rempah – rempah.
·         Hasil kerajinan.
·         Kulit binatang yang hanya terdapat di Indonesia.


Masuknya kebudayaan hindu – budha di Indonesia menyebabkan berkembangnya kebudayaan asli Indonesia yang merupakan hasil akulturasi dari kebudayaan asli Indonesia dengan kebudayaan Hindu Budha, yaitu :
1)      Arsitektur dan Seni Bangunan
a.       Candi
a)      Letak akulturasi :
·         Bentuk dasar candi berupa pundek berundak (kebudayaan Indonesia).
·         Bentuk stupa dan relief badan candi (kebudayaan India).
b)      Candi melambangkan tiga alam :
·         Kaki candi :  melambangkan dunia manusia yang penuh dengan hawa nafsu.
·         Tubuh candi : melambangkan alam antara tempat manusia yang meninggalkan keduniawian.
·         Puncak candi : melambangkan alam tertinggi yaitu alam para dewa.
c)      Fungsi candi di Indonesia :
digunakan untuk yang berkaitan dengan penguburan.
b.      Stupa
a)      Melambangkan nirwana.
b)      Merupakan makam yng berbentuk kubah.
c)      Menjadi ciri khas bangunan suci umat Budha.
c.       Langgam/gaya candi
a)      Langgam Jawa Tengah
·         Ciri – ciri :
§  Berbentuk tambun dengan atap berundak – undak.
§  Relief timbul dan hiasan lukisan naturalis.
§  Puncak candi berbentuk stupa.
§  Terbuat dari batu andesit.
§  Candi induk di tengah halaman.
§  Menghadap arah timur.
·         Contoh : candi mendut, kalasan, prambanan dan candi Borobudur.
b)      Langgam Jawa Timur
·         Ciri – cirri :
§  Berbentuk ramping dan atapnya merupakan paduan dari tingkatan.
§  Relief sedikit timbul dan hiasan lukisannya berbentuk simbolis.
§  Puncak candi berbentuk kubus.
§  Terbuat dari batu bata.
§  Candi induk di belakang halaman.
§  Menghadap arah barat.
·          Contoh : Candi Jago, Singasari, Ceto dan candi Panataran.
d.      Keraton
Keratin yaitu tempat tinggal raja. Contoh : Keraton Boko.
2)      Seni Rupa dan Seni Ukir
a.       Patung/ Arca
Patung – patung bercorak hindu – budha diwujudkan sebagai Sang Budha dalam berbagai posisi yang sebgian besar ditampilkan dengan sikap tangan mudra dan menghadap arah mata angin tertentu.
b.      Relief
Merupakan seni pahat timbul pada dinding candi. Pada candi bercorak Hindu biasanya melukiskan cerita yang diambil dari kitab – kitab suci atau sastra. Sedangkan, pada candi bercorak Budha terpahat cerita tentang kisah hidup Sang Budha.
c.       Makara
Merupakan makhluk mitologi Hindu-Budha yang memiliki perwujudan hewan laut yang besar yang menjadi motif dalam arsitektur India dan Jawa, yang difungsikan sebagai penolak bala.
3)      Seni pertunjukan
a.       Seni musik.
b.      Seni tari.
c.       Seni wayang.
4)      Seni sastra dan aksara.
5)      Sistem sosial kemasyarakatan.
Sebelum masuknya Hindu-Budha sistem sosial berdasarkan profesi, setelah masuknya Hindu-Budha berdasarkan sistem kasta.
6)      Sistem kepercayaan.
7)      Sistem pemerintahan.
Awal mulanya pemilihan pemimpin suku berdasarkan prinsip primus interpares. Tapi setelah masuknya Hindu-Budha permimpin suku berubah menjadi raja dan perkampungan tersebut berkembang menjadi kerajaan.
8)      Pendidikan.
9)      Sistem kalender.

semoga bermanfaat ya :) :)