PEDAGANG,
PENGUASA DAN PUJANGGA PADA MASA HINDU – BUDHA
Saat pengaruh hindu
budha masuk ke nusantara ini menyebabkan terbentuknya jaring – jaring nusantara
dan terbentuknya kerajaan bercorak hindu budha di Indonesia.
1. Masa
hindhu-budha di Indonesia di banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Indiayang
menyebabkan timbulnya banyak bermunculan kerajaan yang bercorak hindu-budha,
yaitu : keraaan Kutai, tarumanegara, Kalingga, SriWijaya, mataram kuno,
kerajaan Kediri, Singasari, Majapahit, Buleleng, Tulamng Bawang, kota Kapur.
2. Terbentuknya
Jaringan Nusantara Melalui Perdagangan
dan Pelayaran
Indonesia berada pada jalur silang
dunia yang menyebabkan perdagangan di Indonesia ramai oleh seluruh pedagang
dari seluruh penjuru dunia. Yang mana pada saat itu selat Malak atau yang
dikenal dengan jalur sutra menjadi penghubung perdagangan antara Cina dan
India. Sebelum mereka berdagang ke Nusantara mereka harus melakukan pelayaran
terlebih dahulu ke kepulauan Indonesia, yang mana perlayaran ini di pengaruhi
oleh 3 faktor, yaitu :
1) Kapal
:
·
Perahu lesung
·
Perahu bercadik
·
Perahu tidak bercadik
2) Sistem
angin :
·
Angin darat dan angin laut.
·
Angin muson (bertiup setiap 6 bulan) :
o
Angin muson barat :
§ Asia
– Australia.
§ Oktober
– April.
§ Musim
penghujan.
§ Berangkat
ke Indonesia.
o
Angin muson timur :
§ Australia
– Asia.
§ April
– Oktober.
§ Musim
kemarau.
§ Kembali
ke daerah asal.
3) Kompas
dan Astrolab
·
Kompas : alat navigasi untuk menentukan
arah yang selaras dengan medan magnet.
·
Astrolab : instrument astronomi yang
digunakan untuk menentukan arah dengan melihat jarak benda – benda langit.
Pada masa hindu budha
terdapat dua jenis perdagangan, yaitu :
1) Perdagangan
maritim
Dilakukan
oleh oleh kerajaan yang berada di pesisir seperti kerajaan Sriwijaya dan
Kalingga.
2) Perdagangan
agraris
Dilakukan
oleh kerajaan yang letaknya berda di di pedalaman seperti kerajaan Kutai,
Tarumanegara, Mataram kuno, Kediri dan Singasari. Dalam perdagangan ini
bergantung pada sungai besar sebagai sarana transportasi seperti sungai
Mahakam, Brantas, Candrabaga, Bengawan Solo dan lain sebagainya.
Barang
– barang yang diperdagangkan antara Indonesia dengan India :
·
Logam mulia.
·
Perhiasan.
·
Kain tenun.
·
Barang pecah belah.
·
Barang kerajinan.
·
Ramuan wangi-wangian.
·
Kapur barus.
·
Ramuan obat.
·
Kayu gaharu.
·
Kayu cendana.
·
Rempah – rempah (cengkeh dan lada).
·
Emas.
Barang dagang antara
Cina dengan Indonesia :
·
Barus.
·
Kayu gaharu.
·
Kayu cendana.
·
Rempah – rempah.
·
Hasil kerajinan.
·
Kulit binatang yang hanya terdapat di
Indonesia.
Masuknya
kebudayaan hindu – budha di Indonesia menyebabkan berkembangnya kebudayaan asli
Indonesia yang merupakan hasil akulturasi dari kebudayaan asli Indonesia dengan
kebudayaan Hindu Budha, yaitu :
1) Arsitektur
dan Seni Bangunan
a. Candi
a) Letak
akulturasi :
·
Bentuk dasar candi berupa pundek
berundak (kebudayaan Indonesia).
·
Bentuk stupa dan relief badan candi
(kebudayaan India).
b) Candi
melambangkan tiga alam :
·
Kaki candi : melambangkan dunia manusia yang penuh dengan
hawa nafsu.
·
Tubuh candi : melambangkan alam antara
tempat manusia yang meninggalkan keduniawian.
·
Puncak candi : melambangkan alam
tertinggi yaitu alam para dewa.
c) Fungsi
candi di Indonesia :
digunakan untuk yang berkaitan dengan
penguburan.
b. Stupa
a) Melambangkan
nirwana.
b) Merupakan
makam yng berbentuk kubah.
c) Menjadi
ciri khas bangunan suci umat Budha.
c. Langgam/gaya
candi
a) Langgam
Jawa Tengah
·
Ciri – ciri :
§ Berbentuk
tambun dengan atap berundak – undak.
§ Relief
timbul dan hiasan lukisan naturalis.
§ Puncak
candi berbentuk stupa.
§ Terbuat
dari batu andesit.
§ Candi
induk di tengah halaman.
§ Menghadap
arah timur.
·
Contoh : candi mendut, kalasan,
prambanan dan candi Borobudur.
b) Langgam
Jawa Timur
·
Ciri – cirri :
§ Berbentuk
ramping dan atapnya merupakan paduan dari tingkatan.
§ Relief
sedikit timbul dan hiasan lukisannya berbentuk simbolis.
§ Puncak
candi berbentuk kubus.
§ Terbuat
dari batu bata.
§ Candi
induk di belakang halaman.
§ Menghadap
arah barat.
·
Contoh : Candi Jago, Singasari, Ceto dan candi
Panataran.
d. Keraton
Keratin yaitu tempat tinggal raja.
Contoh : Keraton Boko.
2) Seni
Rupa dan Seni Ukir
a. Patung/
Arca
Patung – patung bercorak hindu – budha
diwujudkan sebagai Sang Budha dalam berbagai posisi yang sebgian besar
ditampilkan dengan sikap tangan mudra dan menghadap arah mata angin tertentu.
b.
Relief
Merupakan seni pahat
timbul pada dinding candi. Pada candi bercorak Hindu biasanya melukiskan cerita
yang diambil dari kitab – kitab suci atau sastra. Sedangkan, pada candi
bercorak Budha terpahat cerita tentang kisah hidup Sang Budha.
c.
Makara
Merupakan makhluk
mitologi Hindu-Budha yang memiliki perwujudan hewan laut yang besar yang
menjadi motif dalam arsitektur India dan Jawa, yang difungsikan sebagai penolak
bala.
3)
Seni pertunjukan
a.
Seni musik.
b.
Seni tari.
c.
Seni wayang.
4)
Seni sastra dan aksara.
5)
Sistem sosial kemasyarakatan.
Sebelum masuknya
Hindu-Budha sistem sosial berdasarkan profesi, setelah masuknya Hindu-Budha
berdasarkan sistem kasta.
6)
Sistem kepercayaan.
7)
Sistem pemerintahan.
Awal mulanya pemilihan
pemimpin suku berdasarkan prinsip primus interpares. Tapi setelah masuknya
Hindu-Budha permimpin suku berubah menjadi raja dan perkampungan tersebut
berkembang menjadi kerajaan.
8)
Pendidikan.
9)
Sistem kalender.
semoga bermanfaat ya :) :)